Berusia
hampir 1.000 tahun, jembatan kayu berbentuk melengkung di China ini
masih tetap berdiri kokoh dan digunakan setiap hari. Jembatan ini membuktikan keahlian para perajin kayu dan tukang yang benar-benar ahli membuat konstruksi jembatan.
Struktur
jembatan yang menakjubkan ini benar-benar membuktikan bahwa tidak semua
tempat di China berubah total oleh tingkat pembangunan yang luar biasa
saat ini. Hebatnya lagi, jembatan kayu ini menggantung di antara dua
bantaran yang hijau oleh pepohonan di sekelilingnya.
Saat ini,
jembatan tua tersebut masih berfungsi baik sebagai bagian dari kehidupan
di dua kawasan yang dihubungkannya, yaitu Fujian and Zhejiang. Kedua
provinsi ini terletak jauh di kawasan tenggara China.
Tercatat, dari
100 jembatan kayu berbentuk melengkung di China, 19 di antaranya berada
di Kabupaten Shouning, Provinsi Fujian, termasuk kawasan Luanfeng dan
Yangmeizhou dengan jembatan di pedesaan Xiadang.
Sementara
itu, jembatan tua lainnya ada di Qiancheng. Jembatan yang terletak di
desa Tangkou, Fuzhou, yang masih masuk Provinsi Fujian ini bahkan
terbilang lebih tua lagi. Jembatan tersebut dibangun pada masa kejayaan
Dinasti Song antara tahun 1127 dan 1279.
Kembali
ke jembatan tua tadi, keunikannya benar-benar mendapatkan penghargaan
yang layak. Sepanjang 62,7 meter dan lebar 4,9 meter, jembatan ini telah
mengalami beberapa kali renovasi meskipun tetap mempertahankan ciri
khas konstruksi tradisional China.
Sampai
akhirnya, kedua jembatan tertua di China itu masuk dalam daftar
peninggalan budaya lokal, yang oleh UNESCO dicatat sebagai metode
tradisional membangun jembatan. UNESCO memasukkan jembatan-jembatan ini
dalam daftar Aset Peninggalan Budaya Nasional.
SUmber : Kompas




Tidak ada komentar:
Posting Komentar